Translate This Blog Into Your Own Language

Google Search

Wednesday, August 29, 2018

Hidup Dipimpin Oleh Roh






Oleh : Penatua. Sahala Hutagalung

Bagi kita yang ada di dalam Kristus, Roh Kudus memberi kemerdekaan kepadakita terhadap hukum maut. Kita yanh hidup menuju Roh memikirkan hal-hal yang dari Roh ( kehidupan karena kebenaran ). Saudara tidak lagi hidup dalam daging ( dikuasai dosa karena dosa ), melainkan dalam Roh karena Roh Tuhan diam di dalam saudara, dengan Roh saudara mematikan perbuatan tubuhmu ( keinginan daging dengan segala hawa nafsunya ).

Kita yang dipimpin Roh Tuhan, adalah anak Allah, kita tidak menerima roh perbudakan lagi, melainkan Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan. Sebelum saudara mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, memang kita diperbudak oleh hukum dosa, sehingga kita tidak dapat lepas dari ikatan dosa. Tetapi setelah kita menerima Yesus Kristus, Roh Allah bekerja dalam diri kita membawa kemerdekaan dan kelepasan dari ikatan dosa untuk mengambil bagian di dalam kodrat ilahi.

Saat ini Roh Kudus memimpin dan menuntun saudara untuk berjalan dalam Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan duniawi lagi karena Tuhan telah menaruh hukum_nya dalam akal budi saudara, dan memuliakan dalam hati saudara dimana Dia menjadi Tuhan dan kita menjadi umat-Nya yang mengasihi dan mentaatiDia tanpa ketakutan dan penghakiman.

Puji Tuhan kita ucapkan kepada Tuhan dalam Yesus Kristus yang sudah membersihkan, menuntun dan mendorong kita untuk hidup kudus, membebaskan kita dari belenggu dosa, memimpin kita kepada seluruh kebenaran-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati

Tuesday, August 28, 2018

Gereja Yang Berdoa






Oleh : Penatua. Leonardo Mangunsong

Gereja yang mula-mula, menunjukkan bahwa mereka adalah kelompok orang yang senang berdoa, hidup dalam doa dengan bertekun, bersehati, serta sungguh-sungguh dalam doa.

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa     ( Kisah Para Rasul 2 : 41 – 42 ).

Bahkan ketika mereka dalam penderitaan, dimana Petrus di penjara, mereka semuanya berdoa, sampai Tuhan membuat mukjizat dimana Petrus dilepaskan dari penjara.
Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi Jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Tuhan ( Kisah Para Rasul 12 : 5 ). Bukan hanya itu, ketika mereka dilarang untuk mengabarkan injil pun, mereka berdoa agar diberi keberanian untuk memberitakan injil dan mereka mengalami lawatan Tuhan luar biasa.

Sesudah dilepaskan, pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dikatakan iman-iman kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal ini, berserulah mereka bersama-sama kepada Tuhan ( Kisah Para Rasul 4 : 23 – 31 ).

Hal yang luar biasa mereka alami dalam doa adalah dalam keintiman dengan Tuhan., mereka mengalami arahan Roh Kudus dimana mereka dapat mendengarkan suara Roh Kudus, yang membuat mereka mengerti apa yang harus mereka kerjakan.

Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia, ada beberapa nabi dan pengajar yaitu : Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, Lukius orang Kinere, Menahen yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka sedang beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus : “ Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereke membiarkan keduanya pergi. Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia dan dari situ mereka berlayar ke Siprus ( Kisah Para Rasul 13 : 1 – 4 ).

Kita sekarang adalah gereja Tuhan, gereja akhir zaman. Kita harus hidup dengan pola gereja mula-mula, yaitu gereja yang senantiasa berdoa dan berpuasa. Doa yang menjadi kehidupan kita, doa dengan tekun, sehati serta bersungguh-sungguh, sehingga mengalami keintiman dengan Tuhan dan dapat mendengar suara dan arahan Tuhan seperti Kisah Para Rasul dan bergerak dengan arahan Tuhan. Dan kita pun akan bergerak, namun dengan arahan Tuhan melalui doa.

Tuhan Yesus Memberkati

Bacaan Alkitab :
Kisah Para Rasul 2 : 41 – 42             Kisah Para Rasul 4 : 23 – 31
Kisah Para Rasul 12 : 5                     Kisah Para Rasul 4 : 23 – 31
Kisah Para Rasul 12 : 5                     Kisah Para Rasul 13 : 1 – 4
 

Monday, August 27, 2018

Doa Gereja Mula-Mula





Oleh : Penatua. Sahala Hutagalung

Dengan berdoa, membawa, menuntun dan memberi petunjukbagi Gereja Tuhan untuk bertindak dan mengambil keputusan kepada apa yang diinginkan oleh Roh Kudus, sehingga kebangunan rohani, tuaian besar dan pengutusan terjadi. ( Yeremia 33 : 3 )

Gereja Tuhan mengandalkan dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan Yesus, ada Roh Kudus yang bekerja sehingga meski ada banyak tantangan dan masalah, Gereja Tuhan tetap berdiri dan tahan uji dan masuk dalam rencana Allah. Gereja Tuhan yang rohnya kuat akan dibawa masuk dalam gerakan profetik dan apostolik oleh Roh Kudus. Kedua gerakan ini menjadi dasar kebangunan rohani dalam gereja Tuhan, melakukan hal-hal yang besar yang besar tidak terpahami dan tidak diketahui.

Ciri Gereja mula-mula, kerajinannya tidak kendor, rohnya menyala-nyala dan mau melayani Tuhan. ( Roma 12 : 11 ) Mereka mengandalkan Firman dan mempergunakan karunia-karunia Roh ( 1 Korintus 12 : 7 – 11 ), yang merupakan kemampuan supranatural seperti yang dikehendaki-Nya. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama ( Kisah Para Rasul 1 : 14 ). Mereka berdoa untuk mencari pengganti Yudas Iskariot ( Kisah Para Rasul 1 : 24 ). Mereka berdoa ketika mengalami ancaman dan aniaya ( Kisah Para Rasul 4 : 31 ). Para pemimpin mendoakan mereka yang dipilih untuk menjadi diaken ( Kisah Para Rasul 6 :6 ). Rasul meletakkan tangannya supaya Roh Kudus turun atas seseorang ( Kisah Para Rasul 8 : 18 ), dan jemaat berdoa untuk menumpangkan tangan untuk mengutus misionaris mereka ( Kisah Para Rasul 13 : 3 ).

Hati Gereja mula-mula, sungguh-sungguh menggelora, ada gairah di dalam hidupnya yang bisa menerobis tantangan, tahan menghadapi penderitaan dan tidak mudah putus asa. Gereja mula-mula bergairah untuk memberitakan Injil, mendoakan orang sakit, kerasukan setan dan lain-lain. Ini semua dikarenakan ada api, ada pengurapa, ada kepenuhan Roh Kudus. Paulus dan Silas berdoa, maka terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat sehingga membuka pintu-pintu penjara dan melepaskan belenggu yang mengikat kaki dan tangan mereka ( Kisah Para Rasul 16 : 19 – 40 ).

Saudaraku, anda semua adalah generasi berikutnya yang gagah perkasa, kuat dan teguh hatinya, generasi penerobos, yang membangun dan mempersiapkan jalan untuk kedatangan Yesus yang kedua kali. Generasi yang memperbaiki tembok-tembok yang telah dirusak iblis. Generari yang mau menjadi saksi yang hidup, yaitu suatu gerakan kerasulan yang membangun dan memperlengkapi orang-orang kudus untuk menjadi teladan yang berkemenangan, dan diutus untuk melakukan tuaian besar dan mempersembahkan jiwa-jiwa untuk Tuhan.

Saudaraku, jadilah seperti kelima anak dara yang pandai, yang pelitanya tetap menyala karena ada minyaknya. Minyak berbicara tentang Roh Kudus, dan Roh Kudus harus tetap menyala, api atau pelita harus tetap dijaga supaya tidak menjadi padam. Roh yang menyaka-nyala harus dibangun setiap hari dengan melakukan pujian, penyembahan dan ucapan syukut yang keluar dari dalam hati.

Tuhan Yesus Memberkati

Bacaaan Alkitab :
Yeremia 33 : 3                         Kisah Para Rasul 6 :6
Roma 12 : 11                           Kisah Para Rasul 8 : 18
1 Korintus 12 : 7 – 11             Kisah Para Rasul 13 : 3
Kisah Para Rasul 1 : 14          Kisah Para Rasul 16 : 19 – 40
Kisah Para Rasul 1 : 24
Kisah Para Rasul 4 : 31